KONSULTASI
Logo

Sumbar Tertinggi, Banten Terendah: Ini Ranking Harga TBS 22 Provinsi Periode 9–15 Februari 2026

16 Februari 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Sumbar Tertinggi, Banten Terendah: Ini Ranking Harga TBS 22 Provinsi Periode 9–15 Februari 2026
HOT NEWS

sawitsetara.co - JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP APKASINDO) merilis ranking harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit penetapan Dinas Perkebunan (Disbun) 22 provinsi untuk periode 9–15 Februari 2026. Data ini berdasarkan harga tertinggi umur tanaman 9–20 tahun.

Dalam rilis tersebut, Sumatera Barat menempati posisi pertama dengan harga tertinggi nasional, sementara Banten berada di posisi terbawah. Secara umum, rerata harga TBS nasional tercatat Rp 3.242/kg dengan indeks rata-rata 89 dan harga CPO rata-rata Rp 14.172/kg.

Rerata harga TBS petani swadaya di PKS berada pada kisaran Rp 3.042–3.592/kg, sedangkan harga TBS petani bermitra/plasma di PKS berada pada kisaran Rp 2.450–3.708/kg. Adapun Harga Pokok Produksi (HPP) petani diperkirakan berada di rentang Rp 1.750–2.000/kg.

WhatsApp Image 2026-02-16 at 13.36.41.jpeg

Berikut daftar harga TBS penetapan Disbun (umur 9–20 tahun) per provinsi:

1. Sumatera Barat: Rp 3.758/kg

2. Riau: Rp 3.677/kg

3. Jambi: Rp 3.598/kg

4. Sumatera Selatan: Rp 3.577/kg

5. Sumatera Utara: Rp 3.564/kg

6. Bangka Belitung: Rp 3.444/kg

7. Kalimantan Barat: Rp 3.441/kg

8. Kalimantan Tengah: Rp 3.427/kg

9. Aceh: Rp 3.384/kg

10. Bengkulu: Rp 3.352/kg

11. Kalimantan Selatan: Rp 3.333/kg

12. Kalimantan Timur: Rp 3.207/kg

13. Papua: Rp 3.194/kg

14. Sulawesi Tengah: Rp 3.181/kg

15. Sulawesi Barat: Rp 3.179/kg

16. Lampung: Rp 3.096/kg

17. Kalimantan Utara: Rp 3.082/kg

18. Sulawesi Tenggara: Rp 2.953/kg

19. Gorontalo: Rp 2.916/kg

20. Papua Barat: Rp 2.803/kg

21. Sulawesi Selatan: Rp 2.758/kg

22. Banten: Rp 2.400/kg.

Tags:

APKASINDO

Berita Sebelumnya
GAPKI Soroti Lambatnya PSR dan Dampak Kebijakan B50 terhadap Ekspor maupun Harga Minyak Goreng

GAPKI Soroti Lambatnya PSR dan Dampak Kebijakan B50 terhadap Ekspor maupun Harga Minyak Goreng

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono menyampaikan pandangannya terkait sejumlah isu krusial dalam industri kelapa sawit. Mulai dari lambatnya peremajaan sawit rakyat (PSR) hingga potensi dampak kebijakan B50 terhadap ekspor dan harga minyak goreng dalam negeri.

| Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *